Novel: Dia yang Kusimpan di Reels (5/20)

BAB 5: Side Eye yang Mencurigakan

Aku selalu berpikir teman-temanku toxic. Ternyata, teman dia lebih parah.

Mata Alya masih menatap layar HP-nya yang menampilkan SMS misterius itu ketika Rafi tiba-tiba berdiri.

“Gue harus pergi,” ucapnya cepat, wajahnya tertutup ekspresi.

“Tunggu! Rencana apa yang Bima maksud?” Alya menahan lengannya.

Dia merasakan otot Rafi menegang.

“Itu… cuma rencana nongkrong biasa,” Rafi menghindari kontak mata.

OMONG KOSONG.

Tapi sebelum Alya bisa mengejar, Rafi sudah menghilang di balik pintu, meninggalkan strawberry cheesecake yang tiba-tiba terasa pahit di mulutnya.

Operasi Stalking Level Detective

Begitu pintu tertutup, Alya langsung membuka Instagram, mencari akun Bima.

@bima.wtf – 5.2k followers. Private account.

Sial.

Tapi Alya punya senjata: akun fandom K-pop-nya yang fake dengan 3k followers. Dia request follow dan—boom—diterima dalam 2 menit.

Yang dia temukan bikin darahnya mendidih:

  1. Story terbaru Bima (10 menit lalu): “Wkwkwk si Target udah ketemu. Tunggu aja plot twist-nya.”
  2. Foto grup 2 minggu lalu: Rafi dan Bima pose dengan caption “When the revenge squad is complete.”
  3. Komentar di foto lama: “Bro, lo yakin mau execute Plan A? Gila juga nih.”

Plan A? Target? Revenge squad?

Alya merasa seperti boneka yang baru sadar ada benang di tubuhnya.

Kebocoran yang Tak Disengaja

HP-nya bergetar. DM dari akun anonim baru (@truth.dont.lie):

“Cek YouTube, search ‘Rafi Bima Plan A’. Akun ‘JokeVault’.”

Dengan jari gemetar, Alya mengetik.

Video itu di-upload 3 minggu lalu—judulnya “Prank Payback Idea for High School Bullies“.

Isinya?

RAFIIIII—dengan wajah serius—sedang menjelaskan ke kamera:
“Jadi gini, kita pretend jadi orang lain, buat mereka fall in love, trus ghosting di depan umum. Biar tau rasanya dipermalukan.”

Bima nyeletuk: “Kayak yang lo mau lakuin ke si Alya tuh?”

Rafi tersenyum tipis. “Exactly.”

DUNIA ALYA BERPUTAR.