BAB 4: First Meet (After 7 Years)
Aku kira ini bakal jadi reunion yang awkward. Ternyata… lebih dari itu.
Jantung Alya berdebar kencang saat tangannya menggenggam gagang pintu. “Si Kutu Bau Buku” berdiri di balik pintu ini—versi glow up-nya yang mungkin sekarang lebih mirip idol K-pop daripada anak culun yang dulu di-bully.
Harus gimana ngadepinnya? “Eh, sorry ya dulu gue ngejek lo?” Atau “Lo kenapa sih nyimpen memoriku selama 7 tahun? Creepy tau!”
Dia menarik napas dalam-dalam—klik—pintu terbuka.
Glow Up yang Bikin Speechless
Lelaki tinggi berdiri di teras rumahnya, handsomenya nggak make sense.
- Rambut hitam sedikit ikal ala actor Korea
- Kacamata frameless yang bikin matanya tajam
- Tahi lalat di dagu—persis seperti di kriteria reels-nya
Tapi yang bikin Alya freeze: dia pegang paper bag dari Kafe Luna—tempat strawberry cheesecake favoritnya.
“Hi, Alya,” ucap Rafi dengan suara rendah yang unexpectedly enak didengar. “Gue bawa peace offering.”
Aduh, ini bahaya.
Percakapan Pertama yang Bikin Deg-degan
Alya menyilangkan tangan. “Lo seriously dateng ke rumah gue setelah ngirim blog creepy itu?”
Rafi terkekeh. “Gue mau jelasin in person. Bisa masuk?”
Ini ide buruk. Tapi rasa penasaran Alya menang.
Di ruang tamu, Rafi mengeluarkan cheesecake dan… sebuah buku catatan SD yang sudah kuning.
“This,” dia membuka halaman tertentu, “adalah bukti kalau gue nggak ngarang.”
Alya melihat:
- Daftar nilai kelas 3 SD dengan nama mereka berdua
- Coretan gambar dirinya di sudut halaman
- Tulisan “Alya Jahil” dikelilingi hati-hati kecil
What. The. Hell.
“Lo… crush sama gue waktu SD?” Alya terbata.
Rafi mengangkat bahu. “Dulu iya. Sekarang? Gue cuma pengen lo tau kalau orang yang lo judge ‘kutu buku’ dulu… bisa jadi seseorang yang worth your attention.”
Kejutan yang Bikin Alya Tersentak
Tiba-tiba, HP Rafi berbunyi. Saat dia mengambilnya, Alya nggak sengaja melihat:
🔔 Notifikasi dari Bima: “Udah ketemu si Alya? Jangan lupa rencana kita.”
Rencana apa?
Rafi cepat mematikan layarnya, tapi sudah terlambat.
“Rencana apa yang lo—”
BRRING! HP Alya berdering. Sebuah nomor tak dikenal mengirim SMS:
“Jangan percaya Rafi. Dia dan teman-temannya cuma mau make fun of you lagi kayak dulu.”
…
MATA MEREKA BERTEMU—DENGAN SEGUDANG PERTANYAAN YANG TAK TERUCAP.