Awalnya, Rara pikir ini hanya delay sementara—pesawat kecil yang membawanya ke lokasi shooting terpaksa mendarat darurat di pulau tak berpenghuni setelah mesinnya bermasalah. Pilotnya berjanji akan kembali dengan bantuan dalam 24 jam. Tapi 32 jam telah berlalu, dan satu-satunya teman Rara sekarang adalah seekor kambing gemoy bernama Mbecky—nama yang ia berikan setelah menghabiskan dua jam mencoba selfie dengannya.
“Oke, Mbecky, kita harus survive dan tetap produktif,” gumam Rara sambil memeriksa iPhone 15-nya yang masih memiliki 32% baterai ditambah tiga powerbank 20.000 mAh. Aman meskipun sinyal nol, tapi setidaknya kamera masih berfungsi.
Dengan gerakan profesional, ia mengatur tripod improvisasi dari batang kelapa dan mulai merekam. “Hey guys! Jadi gue sekarang terdampar di pulau terpencil… tapi lihat nih, ada co-star tak terduga!” Ia mengarahkan kamera ke Mbecky si kambing, yang sedang mengunyah kaos kesayangannya dengan acuh.
Hari berikutnya diisi dengan content creation ala film Cast Away versi absurd:
- “Morning Routine di Pulau Terpencil feat. Mbecky” (Kambing menendang ember air)
- “Coba Makanan Lokal: Daun Kelapa vs. Sandal Jepit” (Kambing memilih sandal)
- “Prank Mbecky Pake Filter IG!” (Kambing bersin di wajahnya)
Tak disangka, Mbecky ternyata natural entertainer. Ia dengan deadpan menghancurkan setiap frame dengan ekspresi zero-effort yang justru lucu. Rara bahkan mulai memikirkan spin-off series: “Kambing VS Algoritma”.
Tapi pada awal hari ketiga, baterai smartphone-nya tinggal 5% dengan daya powerbank yang sudah 0%. Dengan sedih, ia merekam close-up terakhir: “Ini mungkin konten terakhir kita, Mbecky, tapi tau gak? Gue justru ngerasa ini konten paling authentic yang pernah gue bikin.”
Mbecky mengembik, mencoba mengunyah kaki tripod.
TAMAT
Cerita ini menyindir budaya content creation yang seringkali dipaksakan, sekaligus mengeksplorasi absurdity ketika seorang influencer kehilangan akses digital. Mbecky yang tidak tahu apa itu engagement malah viral karena keapaaadaanya.
Istilah:
- Deadpan: Ekspresi datar/tidak emosional yang justru menciptakan humor.
- Spin-off: Produk turunan dari karya utama.