Sejak bergabung di divisi yang sama, Vino dan Dira selalu bersaing. Meeting berubah jadi debat, presentasi berujung saling sindir halus, bahkan berebut klien. Rekan kerja menjuluki mereka “The Iceberg Duo”—dingin, tajam, dan susul-menyusul di leaderboard.
Hingga suatu Jumat sore, nasib bermain prank.
Saat lift kantor tiba-tiba ngadat di lantai 8, hanya mereka berdua yang terjebak.
“Kau sengaja pencet tombol emergency supaya aku telat meeting, ya?” tuduh Dira, fingernails-nya nyaris mencengkram tas kerja.
Vino menyeringai. “Ah, typical Dira. Selalu anggap aku penjahat berkemeja.”
Tiga menit dalam keheningan awkward, tiba-tiba… BRRUKK! Suara perut Dira berbunyi keras.
“Ha! Rupanya si perfectionis belum makan siang?” Vino tertawa, lalu mengeluarkan snack box dari tas. “Nih, stash rahasia aku. Seaweed chips—low calorie, high salt. Cocok buat workaholic.”
Dira ragu, tapi rasa lapar mengalahkan gengsi. “…Thanks.”
Sambil mengunyah, obrolan pun mengalir. Ternyata Vino tahu Dira suka k-drama, Dira baru tahu Vino jago beatbox. Mereka bahkan ketawa bersama melihat meme bos di grup secret kantor.
“Jadi selama ini kita sibuk toxic karena… ngiri sama progress masing-masing?” tanya Dira.
“Atau mungkin,” Vino mendekat, “kita cuma butuh lift mogok biar nggak saling glare di meja kerja.”
Ding! Lift tiba-tiba menyala.
Di depan pintu yang terbuka, seluruh staf divisi terpana melihat scene: Dira sedang menampar bahu Vino sambil tertawa, sementara Vino… memegang tissue bekas lipstick-nya.
“Kalian… okay?” tanya manager bingung.
“Tidak!” jawab mereka kompak, lalu saling pandang. “Kami better than okay.”
Esok harinya, rekan kerja heboh karena leaderboard berubah jadi “Vino & Dira – Power Couple Goals”.
TAMAT