Cerita Lucu: Pasang Dating App, Ketemu Tetangga Sendiri

Awalnya Raka hanya iseng. Setelah dipaksa teman-temannya yang sudah pada couple goals, akhirnya ia mengunduh aplikasi kencan online. “Siapa tahu ada jodoh,” gumamnya sambil mengisi bio dengan setengah hati.

Swipe kiri… swipe kiri…

Hingga tiba di satu profil: Dina, 25 tahun, suka buku dan kopi hitam. Foto cewek itu mengenakan kacamata bundar, tersenyum di depan rak buku yang familier.

“Loh, ini kan tetangga gang depan?!” Raka nyaris menjatuhkan ponselnya.

Dina tinggal di rumah nomor 15, hanya sepuluh langkah dari kosannya. Mereka pernah beberapa kali berpapasan di warung kopi, tapi tak pernah lebih dari sekadar anggukan.

Dengan jantung berdebar, Raka menekan swipe kanan.

It’s a match!

“Kita tetangga, ya?” pesan Dina langsung masuk, disertai emoticon ketawa.

Raka yang biasanya jago ghosting malah merasa speechless. “Iya… aku di nomor 10. Eh, kamu sering beli es teh di warung Bu Yati kan?”

Percakapan mereka mengalir lancar. Ternyata Dina sudah lama mengenalinya sebagai “cowok yang suka bawa laptop ke warung kopi”.

Malam itu, Raka memberanikan diri mengajak Dina kopdar. “Gak usah jauh-jauh, di warung Bu Yati aja. Biar gak nyasar,” candanya.

“Boleh. Tapi aku pesen es teh-nya ya, biar beda dari kamu yang selalu kopi hitam,” balas Dina.

Pertemuan mereka berjalan awkwardly sweet.

“Jadi… kita match di aplikasi kencan, padahal tinggal 30 detik jalan kaki?” tanya Dina sambil tertawa.

“Lebih efisien, sih. Hemat ongkos Gojek,” jawab Raka sambil tersipu.

Keesokan harinya, tetangga melihat mereka sarapan bersama di warung dan langsung berbisik-bisik. “Dina dan Raka jadian? Tapi kok kayak baru kenal?”

“Ceritanya panjang, Bu,” jawab Dina sambil menggigit gorengan, “…teknologi emang bikin dunia makin kecil. Atau tetangga makin gak kenal.”

TAMAT


Epilog:

  • Mereka officialdalam 2 minggu
  • Sekarang sering date night di teras rumah masing-masing
  • Aplikasi kencannya sudah di-uninstall… gapapa, toh udah ketemu yang terdekat

Moral cerita: Sebelum swipe ke mana-mana, coba lihat dulu tetangga sebelah. Siapa tahu jodohmu cuma sepelemparan sandal jepit!