Novel: Echo

Novel: Echo. Oleh Biya B.

Judul: Echo

Penulis: Biya B.

Genre: Fantasy, Sci-Fi Dystopian, Eco Fiction, Techno-Thriller

Durasi Baca:  230 menit

Sinopsis:

Indonesia 2025, Dimas—mantan tentara yang trauma kehilangan adiknya Nayla dalam kerusuhan Jakarta—bersembunyi di desa Sinarresmi, Pegunungan Halimun. Hidupnya berubah saat korporasi raksasa NeoNusantara menyerbu desa untuk merebut keris pusaka “Echo Keberanian” yang dimilikinya. Keris bertuah itu unik: kekuatannya berasal dari ketakutan pemegangnya, tetapi juga memancarkan gelombang emosi ke sekitarnya. Didampingi Rini, remaja pengidap anxiety yang mampu menyentuh jaringan energi mistis “Sundapura”, Dimas terpaksa menghadapi masa lalunya dan memimpin warga melawan korporasi yang ingin mengeksploitasi “Batu Galih”—sumber energi emosi purba di perut gunung.

Pertempuran berkembang menjadi perang global. NeoNusantara, dipimpin Direktur Ratna yang kejam, meluncurkan Proyek IndoFear—senjata pemaksa emosi via chip “Scorpio” yang bahkan menargetkan Nayla, yang ternyata selamat namun dicuci otak. Dimas bergabung dengan jaringan pemberontak Ghost Network dan satuan militer TEDA pimpinan Kapten Garuda yang bertobat. Mereka menemukan rencana lebih jahat: NeoNusantara membangunkan “Sunda Trench Entity” (manifestasi energi laut terkutuk) dan “Tsar Vulkan” (robot pemusnah era Soviet) untuk menguasai bumi. Pengkhianatan di internal Ghost Network oleh Profesor Arifin (korban chip era Perang Dingin) hampir menghancurkan upaya mereka.

Pertempuran epik terjadi di Laut Banda dan Palung Jawa. Nayla dan Rini mengorbankan diri untuk meredam ledakan Tsar Vulkan, menyatu dengan dimensi kristal sebagai “Katalogis”—penjaga pengetahuan kosmis. Dimas, terluka darah asam “Naga Limbah” (makhluk hybrid hasil eksperimen NeoNusantara), menjadi manusia-jembatan dengan darah penyembuh. Dengan bantuan Nyai Roro Kidul (entitas laut yang tersadar), mereka mengalahkan NeoNusantara dan menyepakati Deklarasi Keseimbangan Global. Batu keris “Echo” hancur, berganti fungsi sebagai tombak cahaya dan akhirnya kalung mutiara-hitam—lambang persaudaraan manusia-laut.

Pasca-perang, dunia membangun “Taman Penyeimbang” di pulau karang baru. Dimas memimpin Dewan Penyeimbang beranggotakan Sersan Aji (militer), Lena (tradisi laut), dan avatar Nayla-Rini. Namun, keseimbangan rapuh: dua kelopak Bunga Kembar (penjelmaan Nayla-Rini) hangus, Naga Betina dan anaknya berkeliaran bebas, dan manik-manik hitam di kalung Dimas membara—pertanda energi gelap belum padam. Sebagai manusia penghubung antara alam, teknologi, dan dimensi, perjalanan Dimas sebagai Penyeimbang terus berlanjut: bukan lagi dengan keris, tapi dengan kebijaksanaan dari setiap tetes darah dan air mata yang tertumpah.

MULAI BACA >> (gratis sampai TAMAT)

Bab 1: Dimas berlindung di reruntuhan, Nayla terjebak di balik besi berapi. Drone NeoNusantara bersinar merah di langit berasap.
Bab 2: Rini menyerahkan keris di kebun hidroponik Sinarresmi. Drone NeoNusantara menghancurkan hutan Halimun.
Bab 3: Kapten Garuda vs Dimas di gua Sundapura. Kristal energi biru & akar emas menyala.
Bab 4: Drone capung Ghost Network menyelamatkan tim dari gua runtuh. Nanobot hijau membentuk jembatan.
Bab 5: Dimas & Rini terjebak di stasiun magma. Agent Sigma terbuka sebagai hologram.
Bab 6: Kapten Garuda memberi chip data di kapal selam Ghost Network. Wajahnya penuh penyesalan.
Bab 7: Pasukan TEDA bertempur di Pasar Apung Jakarta 2025. Nanobot hitam membentuk peta.
Bab 8: Nayla terikat di altar bunga kamboja logam. Ratna berubah jadi entitas bunga-mecha.
Bab 9: Tugu Rini hologram & Bunga Putih ditanam. KRI Nusantara Jaya terbang di latar.
Bab 10: Tarian Suku Hapo vs humanoid lava. Kapal phinisi futuristik di laut berbadai.
Bab 11: Dimas memegang gagang keris retak di mulut Nyi Roro Khadita. Kura-kura Nusantara mekanis menyelam.
Bab 12: Pertempuran Sinarresmi. Cyborg bunga hitam vs warga dengan bambu energi.
Bab 13: Bu Tati memegang Bunga Putih ke Ratna. Tangan gunung raksasa menampar.
Bab 14: Dewan Penyeimbang pertama. Kursi hologram Nayla-Rini & kursi bunga kosong.
Bab 15: Tarian Suku Hapo memicu gelombang seismik. Naga limbah bangkit dari kolam hitam.
Bab 16: Arsip rahasia Candi Prambanan. Hologram wayang memproyeksikan koordinat.
Bab 17: Penyelaman ke KRI Nanggala. Rini di dalam kristal raksasa, Dimas vs drone coelacanth.
Bab 18: Taman Bunga Kembar. Avatar mini Nayla-Rini di kelopak. Anak-anak mengejar kupu neon.
Bab 19: KTT Bali. Hologram bumi retak, Dimas angkat keris pecah, paduan suara global.
Bab 20: Pertarungan pabrik Sidoarjo. Dimas dengan tombak darah vs naga limbah. Tari Saman hologram.
Bab 21: …
Bab 22: …

MULAI BACA >> (gratis sampai TAMAT)